Maksimalkan Waktu Dengan Keluarga, Yuk!

Potret keluarga masa kini sepertinya lekat dengan aktivitas harian yang menyita waktu, dimulai Senin pagi dan berakhir Minggu malam. Tak terasa waktu cepat sekali berlalu saat kita sedang berjuang menyeimbangkan kehidupan; melakukan pekerjaan kantor, mengerjakan tugas domestik, dan bersosialisasi.

Anda merasa tidak punya waktu bersama keluarga? Tenang, Anda tidak sendiri. Hasil studi yang dilansir oleh Daily Mail UK memerlihatkan bahwa sekarang ini, rata-rata waktu yang dihabiskan keluarga melakukan aktivitas bersama-sama per minggunya hanya delapan jam saja. Sedangkan, untuk waktu rata-rata per harinya adalah 36 menit. Namun, tingkat kesadaran keluarga untuk meluangkan waktu berkegiatan bersama juga bertambah.

Meluangkan waktu untuk beraktivitas bersama adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai anggota keluarga. Hasil riset yang diadakan oleh Gregory Elliott, sosiologis Universitas Brown, yang dipublikasikan oleh Journal of Family Issues memperlihatkan bahwa keluarga yang akrab akan memperkuat karakter anak sehingga ia tidak mudah dipengaruhi orang lain dan terlibat dalam aksi kekerasan.

Ketika aktivitas harian sedang padat-padatnya, perlu diingat bahwa kita harus meluangkan waktu khusus untuk keluarga. Waktu khusus ini nggak harus diisi dengan aktivitas yang berdurasi lama dan dilakukan pada waktu tertentu saja. Cukup luangkan 10 menit saja. Kalau Anda bingung bagaimana menyelipkannya ke dalam agenda keseharian, berikut aktivitas harian yang bisa dimanfaatkan:

Membangun kedekatan
Yang paling utama sebenarnya adalah kedekatan kita dengan keluarga juga secara psikis. Caranya dengan memelihara komunikasi dengan pasangan dan anak. Komunikasi dan bonding yang kuat membuat keluarga juga selalu ‘menempel’ dengan kita seberapapun terbatasnya waktu kita untuk mereka.

Komunikasi

Ini nggak harus berupa tatap muka atau diskusi lama, lho. Sekedar sarapan bersama, atau rutin mengantar anak-anak ke sekolah bisa dicoba. Dengan pasangan juga bisa menyempatkan makan atau ngopi berdua. Nonton bioskop berdua juga sebetulnya seru, tapi jadinya nggak bisa diskusi dan ngobrol, ya. Lebih seru nonton bareng sekeluarga malahan.

Manfaatkan kegiatan atau minat yang sama sekeluarga
Kalau serumah sedang demam pokemon, acara berburu pokemon pasti nggak mau ada yang ketinggalan. Kalau sekeluarga senang kuliner, tawaran mencoba tempat makan terbaru yang lagi hits pasti nggak ada yang menolak ikut. Kalau semua senang traveling, mencuri waktu mengunjungi tempat wisata yang unik pasti pada penasaran.

 Kehadiran di acara penting anggota keluarga
Memaksakan diri untuk selalu hadir di acara sekolah tiap anak bersama pasangan. Lebih bagus lagi kalau bisa sering mendampingi pasangan terutama di acara formal dan semi formal, baik itu sifatnya acara keluarga seperti pernikahan, khitanan, perayaan tertentu, atau acara sosialisasi pasangan.

Bangun pagi sekeluarga
Pagi hari di akhir pekan memang cocok untuk balas dendam istirahat yang kurang di hari kerja, ya. Apalagi lihat anak yang sudah full sekolah atau berkegiatan setiap harinya. Kasihan memotong waktu istirahatnya. Tapi sayangnya kalau dituruti, itu juga memangkas waktu interaksi dengan keluarga. Nggak harus buru-buru meluncur olahraga bersama di taman terdekat juga, sih. Kruntelan di rumah juga sudah seru, kok.

Kosongkan jadwal, buat rutinitas sekeluarga
Seperti misalnya mengosongkan hari Sabtu sore khusus untuk keluarga. Lebih bagus lagi kalau ada kegiatan tertentu yang sulit dihindari seperti anak-anak les renang di satu tempat, sekalian orang tuanya ikut olahraga.

Atau sesederhana di hari Minggu pagi wajib sarapan bareng di rumah, menikmati masakan rumah lengkap dengan minuman favorit masing-masing. Bisa kopi, jus atau teh. Untuk teh, Teh Gelas yang terbuat dari daun teh pilihan dan gula asli dijamin pasti jadi favorit semua anggota keluarga.

Menyelaraskan aktivitas pekerjaan dengan keluarga
Ada acara kantor atau bisnis di waktu yang sudah dijadwalkan untuk keluarga? Bawa saja anak-anak ke kantor atau ke tempat meeting. Bisa juga drop mereka di tempat bermain atau mal terdekat dengan kantor atau meeting point, dan bergabung seusai urusan pekerjaan selesai.

Membawa serta anak dalam perjalanan dinas (dengan biaya sendiri tentunya!)
Ini mungkin lebih sulit untuk keluarga yang anak-anaknya mulai besar dan punya acara sendiri-sendiri, ya. Tapi biasanya kalau tempatnya menarik, jarang dikunjungi, anak akan tetap berminat. Lihat juga poin pertama, kedekatan yang kuat akan membuat anak dan pasangan memilih ikut bersama keluarga walau mungkin dalam lingkar pergaulan mereka ada acara yang menarik juga.

Sebaliknya dari poin di atas

Saat anak ada acara sekolah yang menginap di luar kota, bisa jadi kesempatan untuk seluruh keluarga berlibur juga di daerah yang sama. Tapi jangan sampai mengganggu acara sekolah atau kegiatan si anak, ya. Setelah acara anak berakhir, anak bisa bergabung bersama keluarga lanjut berlibur bersama.

Masih kesulitan menemukan waktu bersama keluarga?
Coba ganti kegiatan yang biasa dilakukan sendiri jadi bersama keluarga. Memang sering kali aktivitas yang dikerjakan sendiri akan lebih cepat selesai, nggak repot, dan terkontrol. Tapi, ya, itu dia, jadinya nggak ada interaksi antar anggota keluarga karena semua dilakukan sendiri-sendiri. Dengan mengganti acara belanja bulanan jadi sekaligus acara jalan-jalan, makan malam, atau nonton sekeluarga misalnya, aktivitas atau kewajiban rutin bisa beres sekaligus tetap dekat dengan keluarga.

Bagaimana? Siap mengejar ketertinggalan selama beberapa bulan terakhir?