Teh Gelas: Produk Lokal Nusantara

Jika ditanya, antara produk lokal dengan luar, mana yang lebih sering Anda pakai? Sepertinya selain terkait dengan tingkat ekonomi, bergantung juga pada akses terhadap barang-barang tersebut. Produk luar negeri yang notabene modalnya lebih ‘kenceng’, umumnya lebih mudah kita dapatkan.

Seringkali gengsi juga menjadi bahan pertimbangan sendiri. Menggunakan produk karya desainer internasional atau merek global  dapat mengangkat derajat sosial seseorang. Pasti banyak dari kita yang lebih mudah merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk sebuah merek tas. Sementara untuk tas produk lokal? Pasti harus pikir panjang.

Padahal, ada hal di balik produk lokal, yang sering terlupakan. Seperti keterampilan mengenali dan mengolah bahan lokal, teknik pembuatan atau resep tradisional, sampai ke ekonomi kerakyatan. Pernah dengar desa-desa tertentu yang penghidupannya hanya dari membuat dan menjual kerajinan tangan, batik, atau makanan khas daerah tersebut? Dengan membeli produk lokal, berarti kita ikut menyokong perekonomian desa-desa seperti ini.

Terkadang ada yang masih punya persepsi kalau produk lokal itu kualitasnya tidak terlalu bagus dibanding produk buatan luar negeri atau produk berbahan impor. Tidak sepenuhnya salah memang, tapi juga tidak bisa dibilang benar. Walau pun masih ada produk-produk yang belum bisa bersaing dengan produk luar, tapi lebih banyak yang sudah diproduksi menggunakan teknologi yang sama dengan produk luar negeri. Bahkan beberapa produk Indonesia seperti tekstil, dan kerajinan tangan dan barang-barang kulit sudah diakui kualitasnya di dunia.

Ilmu pengolahan dan teknik pembuatan produk lokal juga biasanya hanya diturunkan dari generasi ke generasi, jarang terdokumentasi. Bila produk tersebut kurang diminati, semangat untuk terus melestarikan ilmu tradisional seperti ini juga ikut berkurang dan akhirnya hilang.

Karena itu, kecintaan akan produk lokal harus kita tularkan juga pada anak-anak. Kenalkan produk Indonesia pada anak-anak, sering-seringlah bertandang dan memakai produk lokal dibanding butik merek internasional. Syukur-syukur bisa menyaksikan dan mencoba mempraktikkan proses produksinya. Contohnya seperti batik dan membatik yang bisa dipelajari di Museum Tekstil Jakarta.

Cara bermain dengan berwisata mengajak anak ke kebun teh untuk menyaksikan para pekerja memetik daun teh pun dapat digunakan Sambil ditemani dengan kesegaran Teh Gelas mereka dapat melihat awal proses pengolahan daun teh dari mulai dipetik hingga diolah menjadi Teh Gelas yang terbuat dari daun teh berkualitas dan 100% gula asli.

Dengan terbiasa memakai dan mengkonsumsi produk bangsa sendiri, semoga kecintaan terhadap bangsa Indonesia juga makin terpupuk!